Ketika Detik Itu Berakhir - Part 2

cerpen

PART 2

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong 


“ Miss, what are you doing  there? ” tegurku padanya, semua mata menoleh padanya. Seorang yang duduk didekatnya menyikutnya memberi isyarat, gadis itu tampak gugup dan menjatuhkan sesuatu yang menimbulkan bunyi cukup keras ditelingaku.
Aku menghampirinya untuk melihat apa yang sebenarnya Ia lakukan, ia tengah memunguti puing-puing ponselnya yang berantakkan dilantai. Aku menyentuh bahunya, reflek Ia membalikkan wajahnya tepat rambut panjangnya yang hitam legam dan wangi menyapu wajahku.
“I’m so sorry sir, . “ ucapnya penuh penyesalan dan sedikit takut. Aku terdiam, terpaku, terpesona, atau tepatnya tersedak merasa hatiku berdenyut sakit. Raut wajah dengan garis-garis yang tak mungkin kulupa dibenakku, karena begitu dahsyatnya Ia pernah memporak porandakan perasaanku. Wajah dengan binar ceria itu berubah rautnya menjadi muram dan penuh sesal saat Ia menyadari aku dihadapannya adalah pria masa lalu dengan segenggam cinta yang kubawa pergi meninggalkannya.
“ You alright, sir? “ tegur suara bass mahasiswaku lainnya. Aku terbangun dari buaian masa laluku yang pahit. Aku tersenyum lembut, perih. Mengembalikan kewibawaanku yang sempat rapuh terhempas waktu.
“ Well, thanks “ ucapku tegas dan ramah. Mataku kembali pada gadis didepanku yang masih terdiam dengan tangan yang saling meremas, dan tampak resah.
“ What is your name, Miss? “ tanyaku padanya. Ia melihatku takut-takut.
“ uhm, my name is... “ ucapnya terputus, aku menatapnya lurus-lurus. Ia menggit bibirnya sendiri, gelisah.
“ Rezischa Firly, my name is Rezischa Firly, sir ”ucap gadis itu lirih dan terburu-buru. Aku mengangguk pelan.
“ Nice. Well, Miss Zischa. “ ucapku datar.
“ Sorry , may I  call you Miss Zischa? “ ujarku pelan dengan senyum tertahan disudut bibirku. Gadis itu terkejut, mata beningnya mambulat. Lalu mengangguk.
“ With pleasure, sir “ ucap Zischa lirih dengan senyum dipaksa. Aku memberikan tangan kananku padanya sebagai isyarat bahwa aku meminta ponselnya. Matanya memohon padaku, namun aku berkeras menatapnya tajam. Ketika ponsel itu sudah ditanganku, aku berbalik meninggalkannya kembali kemejaku.

- bersambung part 3-


Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong 





Comments