Di Hatiku - Part 3

 

Cerpen

Part 3

Di Hatiku
 
Oleh : xiu Ong 


mengikuti isyaratnya, Dimas menyubit kecil tanganku. Aku mengadu kesakitan yang disambungnya dengan tawa kecil. “Mba Reyki, sorry ya.. gak sempet liat jumpa fansnya, tadi ada pemotretan tambahan jadi Vatra baru kesini sekarang, maafin ya mba. Hai, mas Dimas apa kabar?” pria muda itu menjabat tangan Dimas, Matanya tetap berbinar-binar meski lelah. “Baik”ujar Dimas lugas, Ia membalas senyum pada Vatra dan melirikku. “Gimana, semua lancarkan?”Tanya Vatra padaku. Aku menggangguk dan membereskan semua isi tasku. “Semua oke iyakan Dim?” Dimas mengangkat dua jempolnya. “Kita duluan ya mas Dimas..” ujar Vatra santun. Dimas melambaikan tangannya dan mengerdipkan mata kirinya padaku. Aku hanya tersenyum dan balas melambai. Dimas selalu berfikir Vatra  mempunyai perhatian lebih padaku sedangkan aku merasa itu hal biasa yang selalu Vatra lakukan hampir pada setiap gadis yang dikenalnya. Vatra memang pria baik tipe penolong, Ia selalu berusaha melakukan banyak hal yang baik untuk orang lain  begitu juga padaku. Vatra adik kelas dua tingkat bawahku waktu SMA. Kami satu orgaisasi OSIS, aku lebih mengenalnya saat membutuhkan pemeran pria dalam permentasan theatre untuk perpisahan sekolah. Aku sangat senang ketika Vatra bersedia membantuku untuk memerankan character tersebut. Jadilah kami partner serta mensukseskan permentasan yang terakhir bagiku sebagai siswi SMA. Kami bertemu lagi lima tahun setelah aku kembali dari studyku diJakarta.  Vatra sudah menjadi seorang model terpopuler di Lampung, Aku bangga melihat perkembangannya. Jalan dengannya membuatku extra hati-hati menjaga imagenya yang rentan gossip. Vatra tetap sosok yang sama, Ia tak pernah berubah. Aku tetap mengenalnya meski kini Ia memiliki nama besar. “Makasih Vatra, mau mampir dulu ?” pria itu tersenyum lembut dan menggelengkan masih dengan gaya yang dulu, namun akhirnya Ia turun dari mobilnya dan duduk diteras rumahku. Aku masuk sebentar dan kembali membawa segelas air putih dingin untuk Vatra. Ia menghabiskan cepat dan meletakkan gelas kosong itu dimeja bulat coklat dengan ukiran jati. Aku bisa melihat garis-garis kelelahan itu diwajahnya. “ Vatra  putus dengan Chesa  mba”, ucapnya tanpa ekspresi aku membulatkan mataku, kaget!! Seingatku Ia baru jadian dengan Chesa setelah putus dari Nefa  lima bulan yang lalu  yang keduanya sudah aku kenal baik. “Vatra ingin sendiri dulu, cape..”, ujarnya letih. Aku menepuk bahunya lembut memberikan rasa empatiku. “Sebentar ya” ujarku. Berlalu masuk dan kembali dengan membawa novel terbaruku, kupikir Vatra pasti belum punya dan membaca akan mengurangi kejenuhannya untuk memikirkan kekecewaannya. “Ini, aku tunggu komentarnya,..” ucapku. Vatra tersenyum senang. “Terimakasih, kapan nih tulis tentang Vatra?” ujarnya menggodaku. “Nanti, kalau ketemu unjungnya,”ucapku cepat. Ia tertawa lepas. “Iya deh mb Reyki, Vatra pamit ya salam untuk orang rumah, makasih novelnya” Ia mencium tanganku seperti  biasa yang dilakukannya dulu, awalnya aku tertegun ketika mendapati Vatra  masih bersikap seperti itu. Namun aku memakluminya karena Ia menganggapku seperti kakaknya sendiri. Vatra pergi membawa Teranonya menghilang cepat ditikungan jalan. Aku masuk dan mengunci diri dikamarku. Terduduk disofa panjang tempatku meluruskan kaki dan teringat pada saat   Vatra memperkenalkan aku padan temannya Fhion lewat telfon tengah malam, setelah

- bersambung part 4


Pengarang ; Xiu Ong 
FB.               : Xiu Ong 
Instagram : Xiu Ong 
Chanel youtube : Xiu Ong

Comments