Di Hatiku - Part 2

 Part 1 klik here

Cerpen

Part 2

Di Hatiku
 
Oleh : xiu Ong 


kembali pada pekerjaanku. Aku tersenyum pada pria yang bertanya soal pribadi padaku. “Belum”, jawabku jujur dan singkat . Aku lihat pria itu tersenyum puas dan audiens menjadi ribut berbisik-bisik. “Apa novel yang mbak Reyki tulis berdasarkan pengalaman periadi?’’Aku merasa ada yang membentur dihatiku. “Tidak semua,  lebih banyak saya menulis fiktif” Mataku mencari sosok yang tadi kuabaikan ditempat aku melihatnya, sosok itu hilang. Aku menarik nafas kesal, mataku tetap tak menemukan bayangannya dimanapun. “Mbak Reyki orang yang melankolis ya?” aku menekan perasaanku untuk tetap focus kepada debutku. aku terdiam beberapa saat. “sedikit” ucapku gamang. “Apa tokoh Adhiezty dalam novel Lampion kertas menceritakan kehidupan mba Reyki yang sebenarnya?”ucap seorang gadis remaja berkacamata minus tebal. Aku menatapnya lama, menyelidiki arti pertanyaannya. Aku menggeleng dengan garis bibir tak yakin diwajahku. “Tidak!! karena saya selalu menjadi tokoh utaman dari setiap  novel yang saya tulis. Jadi bukan setiap tokoh yang saya tulis adalah kehidupan yang sebenarnya terjadi didiri saya. karena semua fiktif dan saya tidak berharap terjadi dalam kehidupan saya yang sesungguhnya, terimakasih” Seingatku itu adalah pertanyaan terakhir yang aku jawab karena waktu yang diberikan panitia terbatas. Aku masih disibukan dengan mencoretkan tanda tangan disetiap buku yang terjual hari itu. Semula aku tak yakin dengan ide Dimas untuk jumpa fans ini, tapi pameran buku ini menjadi alasan yang tepat dan tidak bisa ditolak kapan lagi aku tau kapasitas dan kualitas tulisanku kalau aku tidak pernah mendengar dari pembacaku sendiri. Pandangan-pandangan objektif yang memang aku perlukan untuk perbaikan pada karya-karya ku selanjutnya.
“Akhirnya...” ucapanku lelah dan menghempas diri dikursi yang kosong. “Kerja bagus”ujar Dimas puas, Ia menyodorkan juice kaleng padaku lalu duduk disisiku. Aku meminumnya untuk membasahi tenggorokanku, segar sekali. “Ini..”  Ia memberikanku buku yang tersampul plastick rapi, aku menerimanya dan terkejut dengan yang kudapat darinya. “Kupikir seorang penulis membutuhkannya” Aku tersenyum dan membuka cover buku Chicken Soup pemberian Dimas ditanganku. “Aku mencoretnya dengan gitu  kau selalu mengingatku” Aku tertawa lepas dan senang ada lekukan dan tarikan garis sederhana dari tanda tangan Dimas. “Terimakasih.  Suatu saat ini akan menjadi mahal” ucapku membesarkan hatinya. Dimas tertawa lepas memperlihatkan barisan giginya yang putih rapi. Selalu menyenangkan bekerja sama dengannya, bagiku Ia tidak hanya seorang yang membantuku mengkomersialkan novel-novelku yang laku dipasar buku dan membantu menghasilkan koin-koin emas untuk masa depanku.Namun Ia memberikanku inspirasi sahabat sebenarnya dihidupku, serta memberikan segala yang menjadikanku percaya diri. Dimas sahabat terbaik yang ku miliki berbagi dengannya membuatku nyaman dan memiliki hidup dihari-hariku.
“Apa ?’’ujarku. Ia menyikut lenganku menunjuk dengan ekor matanya padaku dan  aku

- bersambung part 3


Pengarang ; Xiu Ong 
FB.               : Xiu Ong 
Instagram : Xiu Ong 
Chanel youtube : Xiu Ong

Comments