Ketika Detik Itu Berakhir- PART 3

 


cerpen

PART 3

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong


  Please come to my room,  Miss Zischa “ ujarku sebelum mengakhiri kuliahku, Ia mengangguk pelan tanpa daya, aku membaca gesturenya dan pergi meninggalkan kelas.
Aku tengah memandangi laptopku dengan sebaris nama Rezischa Firly dan ponsel yang kugenggam ditanganku. Seraut wajah indah itu terpampang dilayar mungil ponsel milik Zischa. Ya, Zischa. Hanya itu nama yang ku ketahui ketika dulu aku jatuh cinta padanya, saat aku masih kuliah S1 dan mengisi waktu luangku dengan mengambil kelas mengajar Biola, Aku masih 20 tahun, dan Zischa 15 tahun. Ia masih duduk dibangku SMA kelas 1.
Semula aku tidak memperhatikannya, semua kuanggap sama. Namun, Zischa selalu mencuri dan menarik perhatianku dengan caranya yang lembut. Ia menguasai semua lagu-lagu yang aku suka dan bermain biola dengan sepenuh hatinya. Pemahamannya tentang tempo, tone, dan pilihan lagu selalu menjadikannya yang terbaik diantara teman-temannya. Aku mengaguminya diam-diam. Hal yang tak pernah kuduga Ia memberiku surprise dihari ulang tahunku dan mengungkapkan perasaan sayangnya padaku. Aku menanggapi layaknya orang dewasa menilai anak kecil. Dua tahun kulewati tanpa benar-benar membalas perasaannya, dimataku Ia tetaplah anak kecil. Hingga suatu hari, penilaianku pada Zischa berubah ketika masuk tahun ketiga, Ia tidak lagi memperdulikan aku. Ia lebih banyak bolos les biola dan kudapati Ia berpacaran dengan pria muda seusianya. Hatiku hancur, baru kusadari aku menginginkannya. Tetap saja aku yang salah, aku yang mengabaikan kehadirannya, hingga saat Ia lelah Ia memilih duniannya kembali untuk meninggalkanku.
Aku bukan pria pemberani, aku pengecut, pecundang dan juga tak memiliki hati. Membiarkan cinta seorang gadis belia layu dan kering, tanpa memberinya sedikitpun rasa untuk membalas perasaannya yang tulus. Aku mengubur hidup-hidup cintanya untukku. Aku menyesali kekerdilanku. Dalam kecewa yang kubuat sendiri, aku meninggalkan mengajar biola, menyelesaikan kuliahku den pergi ke Malaysia dengan beasiswa program S2ku. Aku tidak pernah berharap, akan ada waktu dimana aku dan Zischa kembali bertemu, setelah memiliki kehidupan masing-masing.
Ketukan keras dipintu menyadarkanku dari alam bawah sadarku, belum sepenuhnya rohku mengisi jasadku ketika gadis itu sudah berdiri dihadapanku. Aku menggumam sebaris namanya, Ia mahasiswiku sekarang. Aku tersenyum.
Hening dan bisu. Mata kami bertemu, namun tak ada sepatah katapun terucap. Waktu jadi terasa berhenti, sunyi, membeku, dingin, kaku. Mungkin masing-masing dibenak kami saling mengulang rekaman yang sama dimasa lalu tentang penempatan cinta yang sama sekali tak pernah membuat dirinya bahagia, dan membuatku memiliki keberanian untuk bersikap. Bertubi-tubi aku

- bersambung part 4-


Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong 






Comments