Ketika Detik Itu Berakhir- PART 6

Part 1 klik here

cerpen

PART 6

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong


Aku tengah menemani Zischa dan Kahfi untuk melihat-lihat lukisan yang mungkin Kahfi suka di gallery sepupuku, setelah konsultasi dengan dokter beberapa waktu lalu kemungkinan besar kecendrungan Kahfi suka mencoret-coret tanpa mau diatur itu memiliki bakat melukis abstrak. Karena Kahfi belum terarah dengan baik, maka sedari dini aku dan Zischa berusaha menemukan bakat Kahfi, agar Ia tidak sia-sia menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang percuma. Awalnya Zischa merasa enggan menerima kebaikanku, baginya aku tidak harus memfokuskan perhatianku pada Kahfi atau dirinya. Tapi sku memaksa, meyakinkannya semua demi kebaikan dan masa depan Kahfi, dan aku menawarkan diri untuk menjamin semua biaya untuk Kahfi. Entahlah, aku sadar yang aku lakukan adalah loncatan besar dalam hidupku. Tapi juga masalah baru bagi diriku sendiri. Aku seorang pria lajang yang akan bertungangan dengan gadis anak dari rekan bisnis ayahku.
“ Ferre “ panggil suara merdu, aku menoleh. Seorang gadis dengan dress putih pendek, rambut ikal berwarna coklat, kaki yang bagus terbalut high heel senada dengan warna dressnya, juga warna lipstick yang lembut, membuat senyumnya semakin mempesona. Karen memelukku hangat. Aku belum sadar sepenuhnya, saat sepupuku Firgy ikut bergabung dengan kelompok kecil yang tak sengaja kami buat ditengah-tengah ruangan dengan sekeliling dinding yang berhiaskan lukisan karya Firgy. Aku bermaksud mendaftarkan Kahfi sebagai salah satu murid asuhan Firgy, sebab itu aku membawa Zischa dan Kahfi ke gallery Firgy. Di gallery ini Firgy membuka kelas lukis untuk anak-anak, remaja dan dewasa tergantung dari bakat dan kemampuannya serta minat yang diinginkan siswanya. Firgy adalah salah satu pelukis muda berbakat yang sudah membuat pameran tunggal untuk lukisannya beberapa waktu lalu, sebab itu banyak sekali yang datang padanya untuk belajar melukis. Seperti halnya aku membawa Kahfi, berharap bakat Kahfi bisa terasah dengan baik, dengan bantuan Firgy. Firgy tersenyum penuh arti padaku. Matanya bergantian memandang Zischa dan Kahfi yang datang bersamaku, matanya mengerling isyarat yang sulit untuk kumengerti. Aku memperkenalkan mereka, begitu juga dengan Karen yang masih saja memeluk lenganku. Zischa menatapku tajam.
“ Hai, aku Karen. Aku dan Ferre akan bertunangan. “ ucapnya ringan. Aku melongo, tak menyangka Karen akan berkata seperti itu pada Zischa. Aku bisa melihat matanya yang membulat karena terkejut, rautnya yang berubah muram juga senyumnya yang dipaksakan.
“ Oh, selamat ya. “ ucap Zischa pelan. Ia menggenggam tangan Kahfi yang terus menunjuk ini itu dan berputar-putar melihat sekitarnya. Firgy menengahi dengan mengajak Kahfi dan Zischa keruangan melukisnya. Aku menatap tidak suka pada Karen dan melepaskan cengkramannya pada lenganku.
“ Kita akan bertunangan, kalau kamu bisa menjaga sikap. “ ujarku geram. Karen mengernyitkan keningnya dengan mata heran menatapku.

- bersambung part 7


Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong

Comments