Ketika Detik Itu Berakhir- PART 7
cerpen
PART 7
Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong
“ Kamu kenapa sih, semua orang juga tahu kita akan bertunangan. Apa yang salah dengan aku memberi tahu siapa saja tentang rencana ini. “ bela Karen. Wajah cantiknya berubah menjadi arogan. Sikapnya yang selalu merasa menang sendiri dan manja, terkadang membuatku muak menghadapinya. Pertemuanku dengan Zischa, membuatku sudah tidak pernah lagi memikirkan pertunanganku dengan Karen. Dalam sadarpun aku tahu, aku tidak punya cukup rasa untuk membalas perasaan Karen padaku. Kalau tidak karena perjodohan dari masing-masing orang tua kami yang saling bersahabat semua ini pasti tidak akan terjadi. Aku mengenal Karen saat sama-sama menghadiri pameran lukisan tunggal Firgy dua tahun lalu. Firgy dan Karen sahabat baik, hingga ketika perkenalan itu berkembang menjadi suatu hubungan yang kujalani secara terpaksa, akupun tidak bisa mengelak. Takdir berkata lain, pertemuanku dengan Zischa menumbuhkan kembali cinta masa laluku dalam bingkai yang nyata. Aku memperoleh hatiku yang tak lagi bisa mengingkari kesetiaan hasratku pada Zischa. Rasa itu semakin mencekikku ketika ku coba berlari dan meninggalkan kepalsuan demi yang disebut kehormatan oleh orangtuaku. Kehormatan bila aku bertunangan dan menikahi Karen, derajat, harkat dan martabat keluargaku akan semakin terangkat demikian tingginya dimata orang yang memandang. Dilemaku membuatku tidak toleransi menjaga janjiku pada orangtuaku. Janji tentang kebahagiaan mereka dengan besarnya jiwaku menerima Karen dalam hidupku.
“ aku ingin kamu bersikap dewasa, jangan kekanakkan. “ ujarku pada Karen. Mata Karen memincing, menatapku dalam dan menoleh melihat Zischa yang tengah bersama Firgy dan Kahfi tidak jauh dari tempat kami berdiri. Senyumnya tampak menyeringai, bibirnya mengatup-ngatup tak tentu. Aku membaca kecemasan dalam dirinya yang angkuh.
“ Jangan-jangan janda itu,... “ ucapnya mencibir pada Zischa. Aku mencekal tangannya sangat kuat hingga Karen meringis.
“ Jangan bicara sembarangan, dia bukan janda. “ ucapku tegas.
“ Lepaskan aku, “ teriak Karen diwajahku. Aku melepasnya.
“ Kalau bukan janda apalagi namanya, dia sengaja mau merebut kamu dariku, aku yakin dia yang buat kamu berubah akhir-akhir ini, “ sembur Karen padaku. Aku menahan diriku.
“ Karen “ rahangku mengeras. Karen tersenyum menghina.
“ Oh, jalang. Hanya wanita jalang yang punya anak tanpa suami. “ teriak Karen.
“ Plakkk “ tamparanku mendarat dipipi Karen yang mulus, lembut dan terawat dengan baik. Tangis Karen pecah. Aku terdiam, memandangi tanganku sendiri yang telah melakukan tindak kekerasan tanpa kusadari. Firgy dan Zischa
Pengarang ; Xiu Ong
FB : Xiu Ong
Instagram : Xiu Ong
Chanel youtube : Xiu Ong
Comments
Post a Comment