Ketika Detik Itu Berakhir- PART 8

Part 1 klik here

cerpen

PART 8

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong


berlari melihat apa yang yang terjadi pada kami. Karen terus mencaci makiku sesuka hatinya, kulihat air mata yang mengalir dari pelupuk mata Zischa. Hatiku sakit.
“ Hello, apa yang terjadi disini. “ ujar suara sopran cowok yang mengisi ketegangan antara aku dan Karen. Aku melihat sosok adik bungsu Karen yang memandangku dengan mata menyudutkan. Pria muda yang peringainya sama sombong dan arogan seperyi kakaknya itu menatap lurus pada satu arah, wajah tampannya memerah dan berubah warna menjadi ungu. Mulutnya membentuk huruf O, matanya tajam seperti elang yang siap menerkam mangsanya.
“ Wisnu. “ ujar suara Zischa pelan namun masih tertangkap telingaku. Mataku melihat pada Zischa yang menyebut nama bajingan yang memporak-porandakan hidupnya. Mata Zischa menatap lurus pada adik bungsu Karen yang masih berdiri tanpa bergerak sedikitpun ditempatnya.
Yang selama ini menyia-nyiakan Zischa adalah orang yang sangat dekat denganku beberapa waktu ini dan aku sama sekali tidak mengenalinya. Aku mendekati Zischa yang masih terdiam dalam sekam lukanya yang berbaur lagi dipermukaan, kupandangi wajahnya yang basah air mata. Kuhapus air mata itu dengan jemariku yang bergetar menahan segala rasa yang mulai tak berasa.
“ Jangan menangis, apa Thama orangnya? “ bisikku padanya.
“ Wisnuthama Sandryantara Diningrat. “ ucap Zischa lirih ditelingaku. Mataku berair mendengarnya. Aku tak kuasa menahan pedihku membayangkan akan menikahi seorang kakak dari adik yang telah menghancurkan masa depan gadis yang kucintai. Membiarkannya terlunta-lunta membesarkan bayi autisme tanpa sedikit rasa kasihan yang pria ini titipkan bagi darah dagingnya. Dan aku akan menikah dengan seorang wanita yang hanya memuja kecantikan, kemewahan juga kehormatan tanpa memiliki hati untuk bisa melihat penderitaan orang lain. Aku memejamkan mataku yang terasa perih, rasa pedih disekujur tubuh dan hatiku yang berlubang tak bisa lagi kutampung. Aku berbalik dan menerjang Wisnu dengan kecepatan yang tidak diperkirakan oleh bajingan itu. Aku mendaratkan pukulan membabi buta yang tak bisa terelakkan olehnya. Wajahnya yang babak belur membuat Karen menahanku dan melindunginya.
“ Hentikan Fe, dia adikku “ teriak Karen padaku.
“ Minggir Karen, dia adalah bajingan yang menyebabkan Kahfi ada di dunia ini, dan meninggalkan Zischa tanpa bertanggung jawab atas perbuatannya. “ teriakku, kutarik tubuh singset Karen yang menghalangiku untuk bisa mencabik-cabik Wisnu. Kupukul pria itu dengan bogem-bogem yang sudah mendidih didadaku.

- bersambung part 9


Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong

Comments