Sesuatu Untukmu - Part 3
Cerpen
Part 3
Sesuatu Untukmu
Oleh : xiu Ong
“ Apa kabar. “ ujarku dan Andrew berbarengan. Akhirnya kami tertawa bersama dan saling memukul bahu. Ia duduk disisiku, menggenggam jemariku penuh. Ia menatapku tak berkedip. Ah dia benar-benar tampan.
“ Kangen banget sama mba’ Oci, “ jemarinya merapikan rambutku yang menutupi wajah. Aku tersenyum kecil, memperhatikan wajah imutnya yang mulai mengeras sebagai pria dewasa. Ah dia benar-benar banyak berubah.
“ Aku gak pernah tau kalo kamu sekarang artis ”. Ucapku jujur. Ia tertawa namun menggeleng.
“ Tapi, Andrew masih seperti yang dulu mba’ Oci, “ ucapnya datar.
“ Jadi apapun, gak merasa lengkap kalo gak ada mba’ Oci, “ tambahnya. Aku mendorong wajahnya, rayuannya mulai gombal.
“ Beneran, mba’ Oci tambah cantik ya. “ aku semakin tertawa mendengar celotehannya. Ah, Andrew, dia memang tidak berubah dari caranya bicara tetap suka memuji orang meski kini Ia lebih dan menjadi pujaan ribuan gadis. Ia tetap tidak sombong, aku selalu suka dengan sifatnya yang selalu rendah hati. Dia pantas menjadi artis dengan sikapnya tersebut.
Lalu, kami saling bercerita banyak, tentang aku. Ia ingin dengar semuanya. Sampai aku tak punya kata-kata lagi. Sedangkan Ia hanya tersenyum memandangku, hanya sesekali berkomentar dan tertawa. Berkali-kali telfon masuk Ia biarkan, dan akhirnya Ia nonactifkan Hpnya. Waktu sudah semakin larut ketika kami keluar dari Coffee Shop. Ia mengantarku pulang dan bilang masih kangen.
Seminggu kemudian kami janjian bertemu di Coffee Shop yang sama. Andrew terlalu sibuk, sampai Ia tak punya waktu untuk dirinya sendiri. Aku duduk ditempat yang sama dan memesan milk shake coffee. Seorang pria muda, tampan dan ramah yang mengantarkan pesananku, Ia sempat tersenyum dan menatapku lama.
“ Hallo... “ ucap suara ceria yang baru datang. Aku tersenyum.
“ Eh, mau kemana, sini dulu dong, “ tarik Andrew pada pria tadi.
“ Mba’ Oci, kenalin ini Val, temen smp Andrew, ganteng kan. “ Pria tadi mengulurkan tangannya, Ia tersenyum lembut dan manis.
“ Hallo, aku Oci, “ ucapku senang berjabatan dengannya.
“ Val, “ ujarnya padat. Tidak lama Val minta izin untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Aku masih menatap punggung Val, ketika Andrew mengejutkanku.
“ Nah kan, dia memang cool mba’, mandiri dan pekerja keras. “ promo Andrew.
“ Kemarin aku gak liat dia, apa baru kerja disini? “ tanyaku biasa saja.
“ Dia libur, makanya Andrew cari waktu dia kerja, biar bisa kenalin sama mba’ Oci, “ ujarnya penuh rahasia. Aku tak menanggapi ucapannya.
Comments
Post a Comment