Sesuatu Untukmu - Part 7
Cerpen
Part 7
Sesuatu Untukmu
Oleh : xiu Ong
“ Kemana aja kamu kemarin, aku telfon baru sekarang di angkat. “ ujar suar Val dari jauh, tampak terburu-buru sekali. Aku menarik nafas malas.
“ Aku sibuk “ ujarku santai.
“ Sampai gak bisa hubungin aku? “ tanya Val marah. Aku menghentikan coretan tanganku pada kertas yang tak berdosa. Mulai menjernihkan pikiranku yang ruwet.
“ Aku minta maaf, aku benar-benar lupa untuk menghubungi kamu, maaf. “ ucapku
“ Lupa, apa sifat kamu memang seperti itu? “ ejek Val menyinggung perasaanku.
“ Val, aku sibuk dengan rutinitasku sebagai dosen dan aku benar- benar lupa untuk menelfon kamu. Aku belum terbiasa dengan keadaan ini, aku benar-benar minta maaf. “ selaku
“ Kamu memang gak pengertian sama aku, kamu Cuma mikirin diri kamu sendiri, kamu gak pernah perhatian,.. “ sembur Val pedas.
“ Ya, kamu benar! Aku pikir kamu mengerti kalau aku gadis seperti itu, aku butuh waktu untuk beradaptasi dengan keadaan yang baru Val, kamu harus pahami itu. “ terangku lagi.
Aku mulai bosan menghadapi sifat manjanya, aku benar-benar menyesal Ia lebih muda dan tak ingin pahami keadaan, kesibukan dan kedewasaanku. Harusnya ia belajar mengimbangi pola pikir dan gaya hidupku. Aku bukan lagi remaja, aku wanita dewasa yang juga ingin punya teman berbagi cerita, tapi sudahlah...
“ Kita harus ketemu. “ ujarnya ketus
“ Tidak sekarang “ bantahku lagi
“ Oke, besok jam 09.00 di coffee shop. “
“ Tapi,.. “
“ Klik “ Val mematikan ponselnya.
Aku geram. Aku tak punya pilihan, terpaksa aku menghubungi mahasiswaku untuk memajukan jam mata kuliahku jam 07.00. aku benar-benar benci urusan pribadiku yang selalu menguras waktu, tenaga dan pikiran seperti ini selalu membuat hampir semua orang tidak bisa profesional menghadapi perasaan labil dan terguncang. 3 tahun ini, hidupku nyaman, tanpa perasaan hati yang merumitkan sperti ini. Setelah kepergian Joss ke Swiss, aku memang memilih untuk sendiri. Mengenang masa-masa indah bersama Joss dalam sepiku.
Walau terkadang aku merindukannya, aku tetap memilih sendiri. Setahun terakhir kemarin, aku tahu dari email yang Joss kirim bahwa Ia akan menikahi Janet, teman kuliahnya yang berkulit hitam. Dia juga katakan permintaan maafnya tak bisa menepati janjinya padaku. Aku tersenyum pahit. Menangis dan tertawa dalam kelamnya tahun-tahun sepiku, tanpa seseorang yang bisa pahami makna cinta dan ketulusan yang kumiliki dihatiku.
Comments
Post a Comment