Di Hatiku - Part 6


Cerpen

Part 6

Di Hatiku
 
Oleh : xiu Ong 


keluarga yang lain”, aku memeluk Fhion dan Aurel bergantian, aku paham dihatiku telah tercipta satu kebahagian dan kekecewaan. Aku bahagia ternyata Fhion  bagiku tak lebih sebagai teman, bahkan adik walau sosoknya takkan terganti. “Sebentar”  Fhion menahan langkahku, tangannya menyentuh bahuku yang memunggunginya. Aku menoleh dan terseyum melihat wajah manisnya yang masih terbalut duka Fhion  meletakkan kedua tangannya dibahuku. “Reyki, bila mengikuti hati ini aku ingin kembali bersamamu.. “ ucapnya lirih hampir tak terdengar.
Aku menggeleng lembut dan menurunkan tangannya dari bahuku, aku melihat pada Aurel yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. “ Maaf Fhion itu  gak mungkin ” ucapku halus. Pria itu menatapku dan Aurel bergantian.Ia menarik nafas lelah dan kering. “Dia membutuhkanmu, Cinta itu begitu besar dimatanya”,tambahku lagi “Kamu juga membutuhkan aku”kejar Fhion. Aku menggeleng membelai lembut punggung tangannya. “Aku bisa mengatasinya, percayalah semua akan baik-baik saja” aku meyakinkan Fhion meski hatiku lara. “Reyki,…. “ Fhion  menatapku redup. Aku kembali menoleh pada Aurel yang masih menunggu, aku berfikir gadis itupun merasa gelisah dan cemas akan dirinya sekarang. Sedikit banyak Aurel pasti pernah mendengar masalalu Fhion bersamaku. Aku menarik nafas panjang dan berat. “Fhion  jangan pernah tinggalkan Aurel, biarlah aku yang mengalah toh cerita kita telah usai, dengar.. tidak akan ada yang mencintaimu seperti aku, maka jangan pernah mengingatku lagi semua sudah berakhir. Biarkan aku meraih masa depanku tanpa harus terluka lagi, kamu adalah bagian dari cerita dihati ini “ Rio menarik garis senyum yang kaku. “baiklah, aku menghormati keinginanmu. Satu permintaanku, Reyki jangan lagi menulis tentang kesedihan dan kekecewaan pada cinta, aku yakin kau pasti akan bahagia bersama seseorang yang tepat untukmu, lebih segalanya dariku, Ku mohon aku menggemarmu jangan lupakan itu, menulislah tentang kebahagian seorang Reyki” pinta Fhion. Aku mengangguk. Ada sederet syahdu yang mengaliri kisi hatiku. Pelan Fhion memelukku sekali lagi dengan segala rasa akhir yang masih disimpannya. Kami berpisah dengan harapan baru yang berbeda jalan dan langkah. Ku lihat Dimas dan Vatra menungguku dari jauh, mereka tersenyum dengan gaya yang berbeda dan sulit ku pahami. Aku tak memikirkan itu  Aku ingin segera sampai dirumah dan beristirahat. Hari ini begitu berat bagiku.
“Aku putus dari Ferry”, Ucap Dimas jujur. Seketika aku menghentikan pekerjaanku, mengesave semua ketikkanku dan berbalik badan menghadapi Dimas pria itu memberikan secangkir Moccacino panas padaku. Ia tersenyum simpul tanpa beban dan merasa sedih sedikitpun. Aku menghirupnya sedikit lalu meletakkannya dimeja. “Lalu”, ujarku ingin tahu kelanjutan cerita Dimas tentang Ferry, Dimas menggeleng dan membuang nafas sebel dengan pria yang bernama Ferry. “Ferry mencampakkan aku, ya sudah “ gaya manja gay nya terlihat. Aku membalikkan badan untuk melanjutkan pekerjaanku.

- bersambung part 7


Pengarang ; Xiu Ong 
FB.               : Xiu Ong 
Instagram : Xiu Ong 
Chanel youtube : Xiu Ong

Comments