Di Hatiku -Part 7
Cerpen
Part 7
Di Hatiku
Oleh : xiu Ong
“Aku turut prihatin Dim, kamu pasti dapet ganti yang lebih baik dan lebih tampan dari Ferry”, Ujarku tanpa menoleh.“Emang udah”, ujar Dimas cepat dan lincah“Syukurlah kalau begitu”, kataku acuh tak acuh.“Memang siapa?” lanjutku lagi penasaran,“Tuh” ujarnya menunjuk pada Vatra yang datang. Aku terpengarah melihat dua pria itu berpelukan dan saling membelai mesra. Aku shock, namun bisa menguasai emosiku.“Maaf mba Reyki, doain kita langgeng ya” aku mengangguk dan menarik nafas stress, aku mengerti selama ini Dimas adalah Gay, tapi Vatra?? Apakah duina model yang digeluti membuat ia harus kehilangan dirinya yang dulu atau memang Ia memiliki bakat tersebut didirinya? Aku benar-benar menyesal tidak pernah mengenal Vatra yang sesungguhnya selama ini mungkin aku terlalu egois dan memikirkan diriku sendiri tanpa memerhatikan dan bertanya sosok seorang teman seperti apa yang Ia inginkan atau aku selalu menghakimi sikapnya yang salah dan menuntutnya untuk selalu sempurna dengan apa-apa yang dilakukannya.Akh.... bukan urusanku, aku tak akan mencampuri hak privacy mereka. Aku menghirup Moccacino hingga habis dan mengemas kisah ini dihatiku.“Maaf mengganggu, Reyki bisa kita bicara”, suara yang amat kukenal, aku menatapnya tak percaya.“Hendrick” Ucapku kaget, aku melihat pada Dimas dan Rangga yang juga tampak tidak tahu dari mana Hendrick masuk.“Maaf pintu depan terbuka, jadi aku masuk saja”, Ujar nya. Ia mendekatiku dan duduk dengan sikap takut-takut. Dimas dan Vatra memilih pergi dari forum yang hampir kubuka bersama Hendrick.“Aku ingin minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu”, dahiku berkenyit kering. Senaif itukah pria ini setelah yang Ia lakukan padaku tanpa alasan pasti, Ia datang hanya untuk sebuah kata maaf. Aku menahan gejolak hatiku yang memanas dan berusaha tenang.“Aku sudah melupakannya, “ ucapku tegas“Tapi aku menyesal, “ serak Hendrick. Aku menatap pria dengan wajah bulat itu tajam.“Itu sudah berlalu dan kamu sudah menikah sekarang jadi tak ada lagi yang perlu kita jernihkan”, semburku cepat.Pria itu terdiam lama, Ia seperti berfikir keras.“Aku yang meneror Fhion agar menjauhimu” ucapnya parau. “Apaaa! “, teriakku. Mataku menatapnya tak percaya.“Aku tak ingin melihat kamu bahagia terlebih kamu tahu aku menikah dengan Prisia kakak Fhion , aku tidak ingin kamu melihat kehidupanku, Aku tidak ingin kamu ada disekitarku.”Terang Hendrick “Kenapa?” kali ini aku berang dan marah. Aku murka dengan dada terasa mendidih.“karena aku gak pernah bisa membunuh perasaanku sama kamu, aku mencintai kamu dan aku gak bisa menghentikan perasaan ini.. “ ujar Hendrick “Omong kosong, kamu meninggalkan aku” aku berteriak.“Aku tidak punya pilihan selain menikahi gadis yang dijodohkan orang tuaku” Teriak Hendrick lebih keras.Aku menangis, sudah lama aku ingin menangis dan tak punya alasan untuk itu. Sekarang aku punya alasan untuk menangis sepuasnya. Hendrick memelukku,
Comments
Post a Comment