Ketika Detik Itu Berakhir- PART 5

Part 1 klik here

cerpen

PART 5

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong


“ Maaf, aku tidak pernah tahu kalau kamu sudah menikah “ ucapku hati-hati. Zischa menatapku nanar, matanya berair dan tangisnya pecah seketika. Ia menggeleng. Aku berusaha memahaminya.
“ Kahfi, gak punya ayah “ ujarnya disela-sela tangisnya.
“ Apa?!! “ aku terbangun saking terkejutnya.
“ Aku, aku diperkosa “ hatiku mendidih mendengar pengakuan Zischa, gadis itu menahan tanganku yang terkepal karena geram. Aku memandangnya dengan rasa yang tak lagi biru, hatiku memerah dan mungkin berubah menjadi ungu karena marah.
“ Kapan itu terjadi “ tanyaku bindeng, kuberikan sapu tanganku padanya. Zischa mengeringkan air matanya yang masih mengalir dan membasahi wajahnya. Bibirnya yang merah dan segar tampak bergetar. Aku menenangkannya, kugenggam jemarinya yang kurus dan lentik.
“ Saat aku kelas tiga SMA, aku menyesal itu terjadi “ ujarnya pelan.
“ Siapa pria itu? “ kejarku, Zischa menggigit bibirnya sendiri.
“ Pria yang bersamaku dulu, Wisnu “ gadis itu tertunduk, aku meremas rambutku. Menahan gejolak amarah yang meletup-letup didadaku. Mataku melihat pada Kahfi, balita itu sedikit aneh. Ia tampak tak peduli pada sekitarnya.
“ Kahfi autisme “ tambah Zischa pelan. Aku memandang tak percaya.
“ Orang tuaku mengusiru dan Wisnu tidak mau bertanggung jawab. Aku tinggal dengan nenek, setelah Kahfi lahir. Aku menyelesaikan sekolahku setahun berikutnya. Lalu aku bekerja di Hotel dengan ijasah SMK ku, tiap pagi aku titipkan Kahfi di Paud karena aku kuliah dan siang aku bekerja, seperti inilah aku sekarang. “ akhir cerita Zischa. Hatiku terenyuh mendengarnya, diusia mudanya Zischa harus berjuang sendiri untuk menghidupi dirinya dan anaknya, rasaku luluh lantak tak bertepi. Sakit. Menyesal. Juga iba. Ku bingkai wajah pilu dihadapanku dengan tulus, menatapnya penuh makna dan tersenyum tipis padanya, gadis itu menarik garis bibir yang tulus padaku.
Kahfi muntah, Ia makan ice cream terlalu banyak dan menenggelamkan wajahnya ke cup ice cream. Aku membantu Zischa menanganinya dengan sabar. Setelah wajah kahfi dibersihkan oleh Zischa, pria kecil itu meronta ingin bermain ke arena anak. Aku menggendongnya dan menemaninya bermain apa saja yang Kahfi inginkan sampai Ia merasa puas dan lelah, tapi tampaknya Kahfi tidak pernah merasa lelah. Ia terus tertawa dan berputar-putar sendiri, saat sudah benar-benar lelah, Kahfi tertidur. Aku menggendong Kahfi dan menarik Zischa meninggalkan mall untuk mengantarnya pulang.

- bersambung part 6-


Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong

Comments