Sesuatu Untukmu - Part 10

Cerpen

Part 10

Sesuatu Untukmu
 
Oleh : xiu Ong 


“ Siapa namamu cantik, “ ujarku menyapanya hangat.
“ Bening. “ ujarnya sedikit cedal dan semakin lucu.
“ Wah, bagus banget, yang kasih nama Bening siapa? “ ucapku
“ Ayah, “ ucapnya lagi, dengan satu jari menunjuk satu arah, aku melihat ke arah yang di tunjuk Bening.
Seorang pria tampan, muda dan flamboyan berdiri di belakangku dengan senyum ramahnya yang tak pernah kulupa.
“ Andrew, “ ucapku tak percaya. Pria itu tertawa senang, Ia merentangkan kedua tangannya untuk memelukku tapi, aku melihat Bening dan hanya menjaat tangannya. Ia bersikap sedikit rikuh melihatku seperti emnjaga jarak.
“ Apa kabar? “ ujarku antusias.
“ Tak pernah sebaik ini, “ jawabnya cepat. Ia menatapku tak berkedip, mata itu berbinar begitu indah dan penuh kerinduan.
Aku menatap Andrew dan Bening bergantian, lalu menoleh kiri-kanan berusaha mencari dan mengenali siapa lagi yang seharusnya ada disini, diantara kami.
“ Ayah, tante ini yang ada fotonya dirumah ya. “ celoteh gadis kecil itu.
Aku membulatkan mataku, Apa?! Andrew memasang fotoku dirumahnya, bagaimana dengan istrinya, ini akan menjadi masalah besar. Keterlaluan Andrew.
“ Iya sayang, namanya tante Oci. “ Andrew mengajari Bening untuk menyalamiku, aku terpana menyaksikan gadis kecil itu begitu antusias dan memelukku erat.
“ Tante, tante mau kan jadi bunda Bening?, biar kita sama-sama pulang kerumah ayah, tante mau ya.? “ celoteh Bening tanpa mampu dicegah Andrew lagi.
Aku terkejut mendengarnya, kutatap wajah Andrew yang memerah namun tegas, garis-garis kedewasaan membuatku harus mengakui kalau Andrew memang bukan anak kecil lagi. Aku menurunkan Bening dari dekapanku, menatap lurus dan sejajar pada mata Andrew, pria itu tersenyum Ia melihat pada Bening.
“ Aku selalu katakan pada Bening, kita akan bawa bunda pulang kerumah, Kita jemput bunda. Bunda Bening orangnya cantik seperti difoto ini. “ ujar Andrew tenang, aku menelan ludah tersedak dan bingung. Pria ini, apa yang Ia fikirkan tentang aku sebenarnya. Dan gadis mungil ini, ya Allah, wajah tak berdosa ini, aku tak mampu berkata-kata.
“ Andrew, maksud semua ini... ? “ ujarku terbata dan nervous.
“ Maafkan aku, kamu berhak menolak kalau tidak mau. Ketika aku pergi ke penampungan anak-anak akibat korban bencana alam, aku melihat Bening yang saat itu masih berusa 3 bulan. Kedua orang tuanya meninggal, sanak saudaranya tak ada yang mau mengusurnya. Ia akan diserahkan pada panti asuhan, hatiku tergugah. Aku

- bersambung part 11


Pengarang ; Xiu Ong 
FB.               : Xiu Ong 
Instagram : Xiu Ong 
Chanel youtube : Xiu Ong

Comments