Ketika Detik Itu Berakhir- PART 9

Part 1 klik here

cerpen

PART 9

Ketika Detik Itu Berakhir
Oleh : xiu Ong

“ Cukup Fe “ ujar Firgy menangis ketakutan. Ia menarik kemejaku hingga robek. Saat itulah kurasakan pukulan keras manghantam kepalaku, aku meringis kesakitan. Karen memukul kepalaku dengan pot bunga tanah liat. Darah mengalir dari kepalaku, mataku mengerjap-ngerjap mencari pegangan. Firgy mesih menopangku agar tidak terjatuh. Zischa menjerit dan memukul-mukul Wisnu, lalu Karen mengahajar Zischa yang kalap. Firgy bereriak keras dan menyelamatkan Kahfi. Aku menyelamatkan Zischa dari penganiayaan yang dilakukan Kakak beradik tak bermoral. Aku terus memburu Wisnu yang wajahnya yang sudah tidak berupa lagi. Pria itu tak mau kalah, Ia bahkan memaki Zischa dengan kata-kata kotor. Aku semakin menggila dan menginjak-injaknya sampai mulutnya berhenti mengumpat. Wisnu pingsan, Karen meraung menangisi tubuh lemah adik tercintanya yang tak bergerak dan berlumuran darah. Tubuhku lemas dan bergetar hebat, kepalaku terasa pusing. Pandanganku mengabur, Zischa memelukku begitu juga dengan Firgy. Mereka menangis pilu.
Sehari setelah kejadian itu, aku ditangkap polisi dengan tuduhan penganiayaan dan penipuan karena aku membatalkan pernikahanku dengan Karen. Keluarganya tidak terima dengan perlakuanku pada Wisnu, mereka ingin aku dijerat hukum dan dijebloskan kepenjara. Sekuat tenaga aku membela diri dan menghadirkan saksi, bukti atau apa saja yang bisa membebaskanku dari tuduhan-tuduhan sebagai terdakwa, tapi semua usahaku sia-sia. Keluarga Karen tetap lebih kuat dengan uang yang mereka miliki untuk menundukkan hukum. Kebenaran tidak terungkap, atau tepatnya kebenaran bukan milik mereka yang tidak memiliki kekuasaan, kekuatan dan uang. Aku pasrah dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan kehilangan karierku sebagai Dosen. Kehilangan semua yang kubangun dengan susah payah seumur hidup. Aku harus rela semua itu tidak lagi kumiliki dalam genggamanku.
Akhir ketika detik itu berakhir, aku menyadari semua yang kujalani adalah jalan hidupku. Kerena kesalahan dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kudapati kebahagiaanku bersama Zischa dan Kahfi mampu melengkapi apa yang pernah lenyap dari jiwaku dan hidupku. Hari ini, saat pembebasanku dari jeruji yang selama ini aku mendekam didalamnya. Kudapati sosok Zischa yang setia menungguku, juga Kahfi dan Firgy. Aku tidak benar-benar kehilangan semua hal berharga dalam hidupku. Aku masih memiliki orang-orang yang percaya bahwa aku bisa menata hidupku kembali, dengan cinta, air mata, pengorbanan dan keikhlasan menerima. Semoga masih ada tempat untuk orang-orang yang percaya akan kekuatan cinta. Seperti aku dan Zischa. Amin.

-The End -

Pengarang ; Xiu Ong 

FB : Xiu Ong 

Instagram : Xiu Ong 

Chanel youtube : Xiu Ong 


Cerpen Favorit lain nya:

DI HATIKU 

SESUATU UNTUKMU

Comments